Showing posts with label Aku. Show all posts
Showing posts with label Aku. Show all posts

Ngaca dong

Tuesday, February 2, 2010

Katanya mau agar hidup dan segala urusannya dimudahkan oleh Allah, tapi sholatnya aja masih semaunya.
Hampir nggak pernah bisa sholat tepat waktu, terutama subuh
Boro-boro sholat, tau adzan subuh jam berapa aja, nggak (tau).

Mau jadi apa sih?
Ngomong doang
Apa sih yang buat kita berfikir bahwa Allah bakal ndenger do’a kita?

Jutaan ummat manusia, jutaan hambaNya sekarang ini, setiap hari,setiap detik, memohon padaNya
Mereka semua itu berdo’a
Mereka berdo’a juga untuk hal yang sama
Keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup

Terus, apa yang buat kamu berfikir bahwa Allah akan mendengar dan mengabulkan permintaan kamu?
Ibadahnya nggak beres, masih buat maksiat lagi.
Saingamu tuh banyak, tau!
Berkorban dikit dong!

Berapa banyak janji yang udah kamu berikan ama Dia
Janji mana aja yang udah dipenuhi?
Dulu minta supaya dikasih ini, itu
Terus kamu berjanji, kamu akan begini dan begitu, kalau yang ini dan itu terkabul

Coba dong, liat, sekarang yang udah kamu dapet apa?
Nikmat mana lagi sih, yang mau kamu ingkarin?
Ati-ati lho, jangan sampe omonganmu nggak laku lagi
Ati-ati, jangan sampe kamu janji-janji lagi
Do’a tuh pake mulut juga tau!
Ngaca dong!

Do'a

Ya Allah, berikanlah aku kemampuan yang baik dalam mengingat dan memperoleh informasi
Berikanlah aku kemampuan yang baik dalam mencari ilmu pengetahuan
Jadikanlah aku seorang ahli ilmu

Ya Allah, janganlah kau jadikan hamba orang yang kufur akan nikmat-nikmatmu
Jadikanlah hamba menjadi hambamu yang pandai bersyukur
Berikanlah hamba kemudahan dalam menyimpan dan memperoleh ilmu pengetahuan

Ya Allah, berikanlah hamba pintu rizkimu yang baik
Bukakanlah pintu rizkimu selebar-lebarnya bagi hamba ya Allah
Ridhailah hamba dalam mencari rizkimu Ya Allah
Ridhailah hamba dalam menggapai kesejahteraan Ya Allah
Dan janganlah hamba terlena karenanya Ya Alla

Ya Allah, Hamba ingin mensejahterakan diri hamba
Hamba ingin mensejahterakan keluarga hamba
Hamba ingin mensejahterakan orang-orang yang hamba cintai

Ya Allah, begitu banyak yang ingin hamba lakukan di dunia ini ya Allah
Berikanlah hamba kesempatan untuk menjadi salah satu hambaMu yang terbaik
Berikanlah hamba kesempatan, Ya Allah
Hamba ingin menjadi seseorang di dunia ini
Seseorang yang mempunyai arti

Usia hamba yang terus beranjak tua, Ya Allah
Dan hamba belum melakukan apapun, dan untuk siapapun.

Ya Allah, hamba tahu bahwa kau sayang terhadap hamba
Hamba tahu bahwa kau inginkan yang terbaik bagi hamba
Kau tidak mungkin membawa hamba sejauh ini hanya untuk menjadi bukan apa-apa.

Ya Allah, berikanlah hamba tempat yang terbaik bagi hamba
Tempat di mana hamba bisa menjadi cemerlang
Tempat di mana hamba bisa menjadi salah satu yang terbaik

Tunjukanlah hamba jalanMu Ya Allah
Jalan yang baik yang engkau ridhai
Jalan yang menghebatkan hamba kelak

Berikanlah hamba tempat di mana hamba bisa menemukan diri hamba
Berikanlah tempat di mana hamba bisa hidup sepenuhnya
Tempat di mana hamba bisa mencintai diri hamba sepenuhnya
Tempat di mana hamba bisa mengeluarkan potensi terbaik dalam diri hamba
Tempat di mana hamba bisa mencintai pekerjaan-pekerjaan hamba
Tempat di mana hamba akan berada, sampai hamba tua kelak.

Hujan

Saturday, January 30, 2010

Hujan. Hari ini hujan. Saya selalu suka jika hari hujan. Buat saya hujan itu identik dengan kesejukan. Hujan itu identik dengan kedamaian. Hujan itu identik dengan rasa tenang dan relaks. Hidup di perkotaan yang padat, membuat semuanya terasa gersang. Polusi yang merajalela membuat keadaan semakin panas. Tapi begitu kota diguyur hujan, semuanya seperti tampak damai. Orang-orang yang biasanya ganas, sangar dan berbicara keras, seakan juga ikut dalam kesyahduan hujan.

Kadang saya ingin agar setiap hari selalu hujan. Agar semuanya terasa segar dan rileks. Tapi bagaimana dengan jemuran-jemuran kta? Bagaimana dengan para petani di sana? Mereka sangat menunggu sinar matahari untuk menyinari tanaman mereka. Mereka butuh kehangatan matahari untuk kesuburan tanamannya. Bagaimana dengan tukang es di jalan? Mereka bisa-bisa bangkrut karena semua orang butuh minuman hangat sewaktu hujan.

Hujan selalu membuat saya merasa damai. Sebagian bahkan sampai tertidur (saking damainya). Sedangkan panas matahari di siang hari, tidak pernah membuat saya merasa lebih baik. Tapi bagaimanapun saya sada sepenuhnya, bahwa mereka, baik hujan dan matahari, selalu ada untuk yang terbaik. Saya selalu berusaha untuk mensyukuri kehadiran keduanya. Baik ketika saya basah kuyup karena kehujanan, ataupun basah kuyup bermandikan keringat sewaktu panas menyengat.

Seringkali kita protes terhadap Tuhan, manakala kita selalu diberikan hujan. Hujan jadi sering dianggap sial. Hujan itu penyebab banjir, dan orang-orang yang harus menderita akibat hujan, sangat membenci kehadiran hujan. Rumah saya juga kebanjiran sewaktu hujan deras. Jika dahulu saya biasa tenang menghadapi hujan, jika dahulu saya begitu menikmati setiap tetes hujan, maka di rumah saya sekarang, kami sekeluarga harus was-was karena hujan. Sewaktu-waktu hujan bisa jadi sangat deras. Sewaktu-waktu, rumah kami bisa kebanjiran. Walaupun demikian, saya masih tetap senang dengan datangnya hujan. Saya masih senang mendengar rintik hujan di genteng rumah.

Di lain waktu seringkali juga kita protes jika hujan tidak kunjung turun. Pana begitu menyengat. Cuaca begitu tidak bersahabat. Semua terasa panas. Tensi darah terasa naik. Emosi jadi labil dan sangat tidak nyaman. Mudah-mudahan saya selalu berusaha untuk menikmati di kala hujan ataupun cuaca panas. Saya ingin menyukuri bahwa keduanya haru datang silih berganti. Walaupun saya menikmati hujan, tidak berarti saya harus prote karena cuaca panas, dan mudah-mudahan anda juga begitu. Hanya karena hujan terlalu sering, mudah-mudahan tidak membuat kita protes pada Tuhan. Karena jika kita melakukannya. Nikmat apa lagi yang akan kita pungkiri?

Hidup Sepenuhnya

Saya lelah mengejar sesuatu yang bukan saya inginkan, saya lelah menjadi seseorang yang bukan diri saya. Saya ingin hidup sepenuhnya. Hidup seutuhnya. Hidup dengan penuh arti dan rasa syukur. Saya ingin melakukan sesuatu yang saya cintai. Melakukan sesuatu dengan penuh suka cita, dengan penuh kegembiraan. Persis seperti seorang anak kecil yang sedang bermain dengan riang.

Konon, kita akan menjadi besar dengan melakukan yang kita cintai. Konon Kita tidak mungkin menjadi yang terbaik dengan mengerjakan sesuatu yang tidak betul-betul kita inginkan. Konon, kita tidak akan pernah mencapai tempat yang ingin kita tuju, jika saat ini kita masih berada di tempat yang sebetulnya tidak ingin kita berada.

Suatu saat saya akan mati seperti yang lain. Dan sampai detik ini, saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Apa yang sudah saya lakukan untuk dunia?. Saya ingin sekali memberi arti sebelum saya mati. Saya ingin sekali menjadi sesuatu bagi orang lain. Menjadi sesuatu bagi dunia, bagi sesama. Saya tidak ingin membuang banyak waktu dalam hidup saya, dan berkutat dengan hal-hal yang tidak saya cintai. Saya ingin menghabiskan sisa waktu hidup saya dengan penuh suka cita. Saya ingin menjadi tua dengan apa yang saya cintai.

Jika saya memilih menjadi tua, maka saya ingin menjadi ciputra. Jika saya memilih menjadi tua, saya ingin menjadi Kolonel Sanders. Mereka menghabiskan sisa tuanya dengan sangat produktif. Memberi arti bagi sesama. Memberi arti bagi dunia.

Kapan saya bisa seperti mereka? Terkadang mengurusi hal-hal sepele pun saya masih banyak salah. kapan saya akan naik peringkat? Kapan saya akan memikirkan nasib orang lain. Kapan saya akan memikirkan perut orang lain. Kapan saya akan memikirkan masa depan orang lain. Kapan?, jika sekarang, saya masih duduk di sini. Memikirkan rasa takut akan masa depan.

 
 
 

Blogwalking

 
Copyright © menurut saya